Lingkungan Sehat Menciptakan Manusia Berkualitas

buang sampah

ILALANG – Lingkungan adalah kombinasi antara keadaan fisik yang menyangkut sumber daya alam serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan meliputi ciptaan manusia seperti  keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Sedangkan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia, dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Agar menjadi manusia yang berkualitas dan mampu menggapai cita-cita hidupnya, manusia membutuhkan proses yang sangat panjang dan bertahap, tahapan-tahapan menuju kesuksesan tentunya membutuhkan interaksi dengan lingkungan termasuk manusia di dalamnya. Selain itu, salah satu factor pendorong kesuksesan manusia adalah kesehatan individu dan kesehatan lingkungan. Kesehatan merupakan kunci manusia untuk beraktifitas dalam menciptakan berbagai inovasi, sehingga kesehatan menjadi sangat berharga dan mahal bagi tiap manusia.

Demi terciptanya manusia yang berkualitas membutuhkan beberapa tahapan sederhana dengan lingkungan, yakni pertama, hidup dalam lingkungan yang sehat. Hal ini meliputi Pengunaan air bersih, rumah sehat. Rumah merupakan tempat tinggal dan berkumpul anggota keluarga setelah melakukan aktifitas masing-masing, sehingga kondisi kesehatan rumah dapat berperan sebagai media penularan penyakit antar anggota keluarga atau tetangga sekitarnya. Kemudian keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar. Sanitasi dasar seperti persediaan air berssih, kepemilikan jamban/wc keluarga, tempat sampah, dan pengelolaan air limbah keluarga. Kesemuanya itu sangat mempengaruhi kesehatan.

Kedua, membaur dalam lingkungan masyarakat. Lingkungan merupakan salah satu factor yang mempengaruhi pembentukan dan perkembangan perilaku manusia, baik itu lingkungan fisik maupun sosio-psikologis, yang kemudian menjadikan manusia sebagai mahkluk social. Bagaimana manusia berinteraksi dengan manusia lainnya guna menciptakan suasana aman, damai sejahtera, memahami perbedaan yang dapat menghasilkan kesehatan psikologis, demi menciptakan manusia  berkualitas.

Kesadaran manusia akan pentingnya memelihara dan menciptakan lingkungan sehat merupakan ciri manusia cerdas, sebab secara sadar ketika manusia  lahir, kecil, remaja hingga lanjut usia selalu melakukan aktifitas dan konsekwensi dari setiap aktifitas itu adalah sampah/pencemaran lingkungan, sebagai contoh sisa makanan, sisa kosmetik, limbah rumah tangga, polusi kendaraan yang kita gunakan dan lain sebagainya. Sampah yang kita hasilkan kemudian tidak dikelolah baik  maka akan menghasilkan pencemaran lingkungan. Dan hasil dari semua itu berpengaruh pada keberlangsungan hidup manusia. Manusia dengan mudah terserang penyakit, terutama penyakit-penyakit seperti ISPA (inveksi saluran pernafasan akut), penyakit kulit, diare, malaria dan berbagai penyakit lain yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak bersih. Ketika sakit, sangat mustahil seseorang manusia mampu berfikir dan menjalani rutinitas pekerjaan yang diemban.

Dengan demikian memiliki lingkungan bersih dan sehat mampu menciptakan manusia yang cerdas, kreatif dan inovatif.

 *) Divisi Lingkungan Ilalang.

Yang lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

P E N G U M U M A N...!!!    Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross-cultural Studies/CRCS) Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Al Fatah Jayapura, Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur Jayapura dan Ilalang Papua, membuka pendaftaran untuk: Sekolah Pengelolaan Keragaman (angkatan ke-5) Jayapura, 23 – 30 Januari 2015 Kami mengundang dan menerima peserta dari: Para pegiat organisasi masyarakat sipil, aktifis Hak Asasi Manusia, perdamaian, pengambil kebijakan, dengan pengalaman minimal dua tahun dalam bidangnya dan berlokasi di daerah Papua dan sekitarnya. Pengajar atau peneliti yang sedang melakukan riset tentang isu-isu mengenai pluralisme, HAM dan kebijakan publik Formulir aplikasi dan pengumuman bisa diunduh pada link ini: Formulir aplikasi SPK V Call for Application SPK V